Rabu, 26 Oktober 2011

Cara Cerdas Menjadi Guru Berprestasi

LANGKAH CERDAS MENJADI GURU BERPRESTASI


Akar dari pendidikan pahit, tapi buahnya manis.
(Aristoteles)

Seorang guru sejati berprestasi adalah harapan dunia pendidikan dan pilar tegaknya kemajuan bangsa.Guru sejati berprestasi adalah yang mampu mengabdi dengan penuh ketulusan, yang rela mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya dalam mentransfer ilmunya kepada peserta didik. Guru sejati berprestasi adalah yang mampu melihat, mendengar dan merasakan setiap kesulitan yang dihadapi anak didik. Ia tidak hanya mampu mengajar tetapi juga mampu mendidik dan memberi kasih sayang kepada anak didik. Dan guru sejati berprestasi adalah yang mampu menjunjung tinggi profesionalisme dan kualitas pengajarannya sebagai pendidik.


LANGKAH CERDAS BERPRESTASI

1. Luruskan niat, mantapkan tekad, wujudkan mimpi

“Pengabdian” merupakan satu makna dasar yang menjadi landasan bagi seorang guru untuk tak pernah berhenti mengajar dan membagikan ilmu kepada anak didiknya. Makna dari sebuah pengabdian adalah pijakan awal yang sangat penting bagi para guru dalam mendidik anak murid mereka, agar setiap guru mempunyai atau memiliki arah pijakan yang kuat, terarah, berdaya guna, dan mampu membantu mewujudkan apa yang menjadi cita-cita anak didiknya.

Niat yang lurus menjadi seorang guru aadalah kunci utama yang akan menentukan jalan keberhasilan. Jika seorang guru secara tulus mendasarkan tujuannya mendidik demi kepentingan anak didiknya, maka ia berada pada jalan yang tepat. 

Guru sejati adalah yang mampu mengabdi dengan penuh ketulusan pada pendidikan anak didik. Guru sejati adalah guru yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya dalam mentransfer ilmunya, serta mampu melihat, mendengar dan merasakan setiap kesulitan yang dihadapi anak didik.

Luruskan niat, mantapkan tekad, dan laksanakan tugas serta kewajiban demi mewujudkan mimpi para laskar pelangi. Guru adalah kebanggaan kita semua.

2. Keberhasilan tidak terletak pada jabatan dan uang, tetapi pada orang yang mengerjakannya

Karakter dan sikap mental seseorang lebih menentukan keberhasilan ketimbang jabatan uangnya.Karena jabatan dan uang adalah bersifat kebendaan duniawi yang begitu fana dan rapuh, yang sewaktu-waktu bisa hilang atau rusak. Seseorang yang memiliki karakter dan sikap mental yang baik dan kuat terwujud dari sifat, sikap dan perilakunya yang dimasukkan dalam kategori positif, yaitu jujur, percaya diri dan dapat dipercaya, rendah diri, tangguh, ulet, optimis pantang menyerah, disiplin dan sebagainya. 

Guru adalah cermin keteladanan bagi anak didiknya, maka pantulkan segala bentuk prestasi, kelebihan, kemampuan, kecerdasan, kebijaksanaan, kasih sayang dan segala bentuk pemahaman kepada anak didik anda dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati.

3. Pola pikir anda adalah cermin kualitas diri anda

Salah satu sifat dasar manusia adalah rasa untuk ingin tahu, yaitu keingintahuan terhadap sesuatu hal yang bisa memberikan pemahaman, bisa memberi kebahagiaan, kesenangan, keuntungan, keselamatan dan pemahaman lainnya.Pemahaman ini dimaksudkan untuk menekankan bahwa seorang guru harus belajar untuk mandiri dalam berfikir, menimbang, menarik kesimpulan, dan tidak terlalu banyak bergantung pada orang lain jika ingin menemukan makna sesungguhnya dari pengabdian seorang pendidik. 

Setiap individu harus belajar berfikir sendiri. Semakin dini seseorang belajar mengembangkan pola pikirnya akan semakin bagus. Barang siapa suka berfikir, melatih mengembangkan pola pikirnya, maka dirinya akan menemukan tingkat keberhasilan lebih cepat. 

Dalam proses pengembangan diri, seorang guru tidak bisa hanya sekedar belajar teori-teori dalam ruangan yang terbatas, melainkan ia haruslah berfikir tentang hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.Yang terpenting adalah bagaimana seorang guru harus berfikir secara mandiri, kreatif, inovatif, dan berkualitas.

4. Memahami orang lain

Bagi seorang guru, salah satu hal pertama yang perlu dipelajari tentang orang lain, dalam hal ini anak didiknya adalah bahwa mereka pada dasarnya sama seperti kita. Ada diantara anak didik yang kurang berani dalam melakukan sesuatu dari pada orang lain, ada yang tidak kenal takut, ada yang ramah, ada yang menaruh rasa tanggungjawab, ada yang pandai dan cerdas, bahkan ada yang lambat dalam belajar.

Ada baiknya kalau seorang guru sejak dini mau belajar menempatkan diri dalam keadaan sebagaimana yang terjadi pada anak didiknya, lalu menerima dia sebagaimana dia adanya dengan segala kelemahan dan kekurangannya. Marilah kita memberikan dan mengabdikan diri kita kepada orang lain dengan membukakan hati kita lebar-lebar untuk orang lain dan anak didik kita.

5. Lakukan hal-hal yang produktif secara efektif dan efisien

Seorang guru harus mampu melaksanakan dan mengatur waktunya dengan baik.Ia harus mampu mengatur pekerjaannya dengan baik; mana pekerjaan yang perlu ditangani sendiri dan mana yang perlu ditangani dan didelegasikan kepada orang lain.Ia harus bisa menghargai apa yang perlu dihargai menurut skala prioritas.Seorang guru, sesibuk apapun harus selalu mengambil keputusan untuk menciptakan suatu rencana-rencana.Seorang guru harus selalu memulai hari-harinya dengan sesuatu dari hasil ciptaannya atau kemampuannya sendiri. Seorang guru harus mampu melakukan sesuatu secara efektif, efisien dan produktif, misalnya dalam hal belajar mengajar, mengembangkan kecerdasan anak didiknya dan mengembangkan profesionalitas sebagai guru atau hal-hal lainnya.

6. Komunikator yang baik adalah pemimpin yang hebat

Seorang bos berkata “lakukan!”
Tapi seorang pemimpin berkata
“Mari kit lakukan!”

Guru sejati adalah sosok seorang pemimpin yang menjadi teladan bagi anak didiknya. Guru sejati bukanlah seorang bos yang suka melarang dan memerintah. Guru haruslah menjadi seorang pemimpin yang mengarahkan peserta didiknya kearah perubahan yang positif dan menghasilkan para cendikiawan bangsa. Guru harus tampil sebagai pemimpin yang hebat, yang dalam artian mampu mengajak peserta didiknya melakukan segala sesuatu yang berdasarkan logika. Sebagai orang tua dilingkungan sekolah, seorang guru adalah layaknya orang tua bagi anak-anak di rumah, dengan tetap memperhatikan batas-batas norma dan kewajaran seorang guru.

Menjadi Guru yang Baik

Menjadi Guru Yang Baik

Gilbert H. Hunt dalam bukunya effective teaching mengatakan bahwa guru yang baik itu harus memenuhi tujuh criteria yaitu :
1. Sifat
ISI DENGAN SCRIPT ADSENSE ANDA
Guru yang baik harus mempunyai sifat-sifat yang antusias, stimulatif, mendorong siswa untuk maju, hangat, berorientasi pada tugas dan bekerja keras, toleran, sopan, dan bijaksana, bias dipercaya, pleksible, dan mudah menyesuaikan diri, demokratis, penuh harapan bagi siswa, tidak semata mencari reputasi pribadi, mampu mengatasi stereotype siswa, bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar siswa, mampu menyampaikan pereasaannya, dan memiliki pendengaran yang baik.
2. Pengetahuan,
Guru yang baik juga memiliki pengetahuan yang memadai dalam mata pelajaran yang di embannya, dan terus mengikuti kemajuan dalam bidang ilmunya itu.
ISI DENGAN SCRIPT ADSENSE ANDA
3. Apa yang disampaikan
Guru yang baik juga mampu memberikan jaminan bahwa materi yang disampaikannya mencakup semua unit bahasan yang diharapkan siswa secara maksimal.
4. Bagaimana Mengajar
Guru yang baik mampu menjelaskan berbagai informasi secara jelas, dan terang, mendorong semua siswa untuk berpartisipasi, memonitor dan bahkan sering mendatangi siswa, memonitor tempat duduk siswa , melakukan formatif test dan post test, menggunakan beberapa bahan tradisional, berpartisipasi dan mampu memberikan perbaikan terhadap kesalahan konsepsi yang dilakukan siswa
5. Harapan
Ingin Menjadi Guru yang baik harus mampu memberikan harapan pada siswa, mampu membuat siswa akuntabe, dan mendorong partisipasi orang tua dalam memajukan kemampuan akademik siswanya.
6. Reaksi guru terhadap siswa
Guru yang baik bisa menerima berbagai masuka, resiko, dan tantanga, selalu memberikan dukungan pada siswanya, konsisten dalam kesepakatan-kesepakatan dengan siswa, bijaksana terhadap kritik siswa, mampu menyediakan waktu yang pantas untuk siswa bertanya, cepat dalam memberikan feed back bagi siswa dalam membantu mereka belajar.
7. Management
Guru yang baik juga harus mampu menunjukkan keahliandalam perencanaan, memiliki kemampuan mengorganisasi kelas sejak hari pertama dia bertugas, cepat memulai kel;as, melewati masa transisi dengan baik, dapat meminimalisasi gangguan, dapat menerima suasana kelas yang ribut dengan kesiatan pembelajaran, memiliki tehnik untuk mengontrol kelas, memberikan hukuman dengan bentuk yang paling ringan, dapat memelihara suasana yang tenang dalam belajar dan tetap dapat menjaga siswa untuk tetap belajar menuju sukses.

Belajar yang menyenangkan

7 Strategi Membuat Belajar Menjadi Menyenangkan



Bosen nih. Kayaknya Dunia Pendidikan Indonesia kok masih aja diributin sama-sama hal yang menurut saya sih sepele. Dari sebelum sampe sesudah, Ujian Nasional masih aja berpolemik. Padahal masih banyak hal lain yang bisa kita kedepankan selain masalah itu, salah satunya: belajar.

Ya! Belajar itu memiliki makna yang luas. Bahkan keseluruhan hidup kita ini adalah belajar. Kita melakukan sesuatu >> mengevaluasinya >> menjadi lebih baik. Tetapi saya akan sedikit mempersimpitnya menjadi belajar dengan 'sadar'. Maksud saya bukan belajar berdasarkan pengalaman, tetapi belajar yang secara sadar kita usahakan untuk menambah wawasan dan keterampilan.

Tetapi terkadang belajar 'sadar' itu dilakukan dengan keterpaksaan dan tanpa melibatkan hati. Belajar jadi terkesan membosankan. Emang belajar tidak menyenangkan yah? Bisa kok. Nih saya beri tahu 7 strateginya:

1. Cari Sisi Menariknya
Setiap pelajaran pasti memiliki sisi menariknya bagi anda. Entah dimana, letaknya bagi setiap orang pasti berbeda-beda. Mulailah belajar dari bagian yang anda anggap menarik. Karena langkah awal sangatlah menentukan. Seperti saya yang langsung 'bete' dengan kimia ketika ulangan harian pertama saya mendapat nilai sangat jelek. Buatlah kesan pertama belajar anda menyenangkan, maka setelahnya akan lebih mudah.


2. Hubungkan dengan Hobi
Setiap orang pasti punya hobi. Aktivitas yang membuat anda senang bahkan anda anggap sebagai hiburan. Nah... Kuncinya adalah bagaimana anda membuat hobi anda sebagai sarana belajar. Anda bisa menonton film dengan subtitle bahasa Inggris, membaca majalah berbahasa inggris, diskusi online di forum atau facebook, jalan-jalan sambil memperhatikan tingkah manusia dan menghubungkannya dengan teori-teori psikologi dan sosiologi, dll. Jadikan menjadi hiburan yang mendidik atau pendidikan yang menghibur.

3. Jadikan Sebagai Syarat Menggapai Cita-Cita
Cita-cita itu seperti pom bensin. Dia akan mengisi tangki motivasi ketika anda mulai lelah dan tak bersemangat. Kekuatan cita-cita juga akan membuat anda berusaha memenuhi segala syarat untuk menggapainya. Anda pasti akan lebih bersemangat belajar matematika dan ekonomi ketika anda telah memantapkan hati untuk menjadi ekonom. Ketika anda melakukannya, hati anda akan berkata, "Aku harus menguasai ... jika ingin menjadi ..."

4. Cari Sumber Lain
Belajar dengan sumber yang sudah ditentukan biasanya membosankan. Karena selera itu tidak bisa diseragamkan. Untuk itu, sebagai pembelajar anda harus mandiri, mencari sumber lain sendiri. Kalau saya sih paling enak googling, apalagi yang sumbernya dari blog. Biasanya mereka tuh punya opini yang kritis dan melawan arus kemapanan. Dengan mencari sendiri sumber belajar, itu menjamin bahwa anda benar-benar mau belajar.

5. Indentifikasi Role Model
Role model atau panutan memiliki fungsi yang hampir sama dengan cita-cita. Tapi ia orientasinya lebih ke orang. Sehingga karakteristik yang ingin dicapai bisa lebih jelas. Tidak harus menirunya 100%, karena beliau pun pasti punya kekurangan. Identifikasi kelebihan-kelebihannya dan bagaimana ia mencapainya. Role model akan membuat cita-cita anda menjadi lebih jelas dan konkret.


6. Cari Tempat Lain
Lingkungan pasti akan mempengaruhi individu. Yakinkan diri anda bahwa lingkungan anda sudah membangun atau setidaknya tidak menghambat aktvitas belajar anda. Pindahlah jika hal yang berlawanan yang terjadi. Carilah suasana baru seperti taman hijau yang sudah jarang anda kunjungi atau tempat nongkrong yang baru buka di ujung jalan sana. Membaca buku atau berselancar internetlah di sana. Tempat dan suasana baru bagai sebuah batere baru bagi mobil-mobilan yang membuatnya berlari lebih kencang.

7. Just Do It
Hal paling parah adalah ketika anda menunda-nunda belajar dengan alasan bosan. Berhenti sejenak tak apa, tapi jangan sampai membuat anda malas memulai lagi. Padahal hal yang menyenangkan terkadang tidak ada di depan, tetapi berada di tengah. Saya saja baru beberapa tahun ini merasakan betapa menyenangkannya belajar sejarah. Padahal dulu sangat tidak menyukainya. Lakukan saja, maka anda akan temukan betapa menyenangkannya hal yang anda pelajari.

Orang yang ingin belajar adalah orang ingin maju. Jangan sia-siakan waktu anda untuk berleha-leha hanya karena 'cap' membosankan yang tertempel di benak anda tentang belajar. Termasuk penyimpitan makna bahwa belajar itu haruslah di sekolah. Bahkan, waktu libur untuk siswa adalah waktu yang tepat untuk belajar. Belajar hal-hal yang di sekolah tidak dipelajari. 



Kiat belajar efektif

KIAT BELAJAR EFEKTIF


A. Belajar Efektif
1. Pengertian Belajar Efektif. Belajar efektif adalah cara belajar yang dapat meraih tujuan yang ingin dicapai dari belajar itu sendiri, sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yang diajarkan. Misalnya, siswa dapat melakukan operasi perkalian dan mampu menjawab soal gurunya dengan baik dan benar.

2. Persiapan Belajar Efektif. Agar belajar menjadi efektif ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu:
1) Tumbuhkan motivasi untuk belajar, dengan pertanyaan berikut: 'mengapa saya harus belajar, untuk apa saya belajar?
2) Buatlah jadwal belajar yang rutin dan teratur, misalnya setiap hari ada tiga kali waktu untuk balajar (siang hari pkl 14.00- 16.00, malam hari pkl 19.00-21.00, dini hari pkl 03.30-05.00).



Dalam menetapkan jadwal pelajaran, ada dua hal yang harus dipertimbangkan yaitu: Sesuaikan jenis pelajaran yang akan dipelajari dengan waktu belajar yang sudah ditetapkan, misalnya: waktu siang untuk mengulang, malam untuk pelajaran eksak Matematika/IPA, dini hari untuk hapalan. Porsi belajar di sekolah dan di rumah harus seimbang, artinya jika pelajaran matematika di sekolah belajar 3 x seminggu, maka di rumah pun harus belajar 3 x seminggu. Jika jadwal belajar sudah dibuat, maka hendaklah dipatuhi dan dilaksanakan. Belajar sedikit-sedikit tapi rutin masih lebih efektif daripada belajar banyak tetapi tidak rutin. Lakukan prinsip : 6 x @ 2 jam seminggu = 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam
Hindarkan prinsip : 2 x @ 6 jam seminggu = 6 jam + 6 jam
3) Siapkan fasilitas belajar, seperti tempat belajar, alat tulis, buku catatan dan latihan, buku pelajaran dan alat bantu belajar.

4) Jaga stamina baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) agar tetap kondisi prima dan berdoa.

3. Kiat Belajar Matematika yang Efektif.
1) Belajar Matematika di Sekolah, dengan mengikuti kaidah SMART, yaitu siapkan pelajaran dengan baik, seperti perlengkapan belajar dan PR; menyimak uraian yang disampaikan oleh guru dengan baik dan konsentrasi.
Aktif bertanya jika ada uraian yang tidak jelas.
Rajin sekolah dan rajin mengerjakan tugas atau latihan yang diberikan. Tulislahlah kembali rangkuman materi dan rumus yang diterangkan oleh guru.

2) Belajar Matematika di Rumah, dengan mengikuti kaidah CERDAS, yaitu: Catat teori, konsep, dan rumus Matematika sebagai rangkuman materi. Efisien dalam mengelola waktu, dan efektif setiap kali belajar. Rajin mengerjakan soal latihan dalam jumlah banyak termasuk PR. Disiplin belajar, teratur, dan konsisten. Aktif bertanya kepada teman yang pandai atau guru mengenai soal latihan yang sulit. Serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa segala masalah melalui doa dan bertawakal.

4. Mengembangkan Sikap Positif Terhadap Belajar
1) Yakin dapat berhasil dalam kegiatan belajar.
2) Belajar menemukan (membuktikan) atau mencari sesuatu yang ditugaskan.
3) Siap menanggung resiko (tidak putus asa) bila belajat tidak berhasil.
4) Jika tidak berhasil tetapi tetap tekun, karena ketekunan merupakan awal keberhasilan.

B. Kiat Mengatasi Kesulitan Belajar
Beberapa langkah cara mengatasi kesulitan belajar, diantaranya:
1. Melakukan diagnosa berdasarkan indikasi kesulitan belajar , seperti nilai dibawah rata-rata kelas, prestasi belum tercapai dan perasaan siswa (tidak konsentrasi).
2. Pahami jenis kesulitan belajar dan sumbernya.
3. Tentukan jenis bimbingan belajar yang tepat.
4. Tetapkan kepada siapa harus berkonsultasi; guru, psikolog, psikiater, atau konselor.
5. Melakukan evaluasi.
6. Lakukan perbaikan untuk meningkatkan prestasi belajar sesuai potensi yang dimiliki.

C. Trik Belajar Efektif
1. Belajar untuk persiapan ulangan.
Pilihlah pelajaran yang lebih urgent/mendesak untuk dipelajari.
Pilihlah hanya pokok bahasan atau sub pokok bahasan dari pelajaran yang belum dikuasai denang baik. Buatlah ringkasan materi dari pokok bahasan yang pelajari, karena lebih praktis dan efisien. Persiapan Mental (mengatasi gugup, kurang teliti, tergesa-gesa perlu diusahakan meliputi tujuan, minat, percaya diri, dan ketekunan dalam belajar).
2. Pada saat ulangan atau ujian.
Periksa seluruh lembar soal dan perhatikan petunjuk pengerjaan pengisian.
Bandingkan jumlah soal dengan alokasi waktu yang diberikan, misalnya naskah 40 soal selama 2 jam (120 menit) artinya 1 soal dikerjakan rata-rata 3 menit (120 : 40). Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Pada soal pilihan ganda, jawablah dengan cara smart (singkat dan tepat), untuk soal esai jawablah secara rinci dan jelas. Manfaatkan waktu yang tersisa untuk memeriksa seluruh soal dan jangan terpengaruh oleh peserta lain dalam menjawab soal, lebih baik percaya diri. (nadiva andreabella)

Cara Belajar Yang Baik

Cara Belajar yang Baik

Untuk menuju sukses di masa depan, para pelajar berlomba-lomba belajar untuk mendapatkan nilai yang baik di sekolah. Sesuai dengan pepatah “Belajar Merupakan Kunci Keberhasilan”. Belajar adalah memahami, merasakan, mengetahui, mencari, menjelaskan, sehingga dengan belajar orang akan mengetahui segala yang belum diketahui.
Belajar pada umumnya dilakukan pada saat jam pelajaran sekolah. Namun, untuk mendapatkan cara belajar yang efektif, belajar dibutuhkan waktu yang banyak. Tidak di jam sekolah saja, belajar wajib dilakukan saat dirumah. Belajar yang sukses tergantung dengan cara belajar masing-masing orang, setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Namun, sebagian orang memiliki cara kerja otak yang sama, sehingga cara belajarnyapun sama. Berikut beberapa tips cara belajar yang baik.
  1. Niatkan dalam diri, berikan motovasi belajar terlebih dahulu. Yakin dan berikan semangat dalam hati. Bahwa, dengan belajar kita dapat mendapatkan nilai yang baik di sekolah.
  2. Mulai belajar dengan membaca terlebih dahulu. Setelah membaca, buat resume dari buku yang Anda baca. Membaca sambil menulis meningkatkan kinerja ingatan pada otak Anda.
  3. Jika ada yang tidak dimengerti, jangan malu untuk bertnya. Dan jangan malu untuk menjawab pertanyaan dari orang lain. Belajar dari pertanyaan orang lain menambah pengetahuan Anda.
  4. Hindari dari perbuatan mencontek. Kerjakan ujian dengan jawaban sendiri. Dengan begitu, Anda akan tahu, sisi mana yang belum diketahui, dan sisi mana yang harus dipelajari.
  5. Belajar yang terlalu serius juga tidak baik untuk otak, beri jenjang waktu belajar dan refreshing. Bisa juga dilakukan dengan belajar kelompok, belajar kelompok menjadi alternative belajar yang efisien. Jika tidak ada yang dimengerti, Anda bisa bertanya langsung kepada teman belajar kelompok Anda.
  6. Buat perencanaan waktu belajar yang baik. Misalnya, jika Anda bersekolah dari jam 7 sampai dengan jam 2 siang, berikan waktu 2 jam pada jam 7 malam sampai dengan jam 9 untuk mengulang pelajaran di sekolah.
  7. Belajarlah dengan tekun, berlatih terus dengan berbagai soal pelajaran di sekolah.
Ke 7 tips diatas tidak akan berarti jika Anda sendiri tidak memiliki motivasi untuk belajar, tingkatkan motivasi belajar Anda, lalu ikuti tips belajar efektif diatas, Barengi belajar dengan doa yang tulus kepada Tuhan, agar diberikan hasil yang maksimal, semoga sukses.